Pasar Crypto Memanas, Trader Taruhan Rp40 Triliun Prediksi Bitcoin Tembus USD 72.000
Pasar Crypto Memanas, Trader Taruhan Rp40 Triliun Prediksi Bitcoin Tembus USD 72.000
NGELMU – Sejumlah trader besar di pasar aset Crypto dilaporkan telah memasang taruhan jumbo senilai 2,5 miliar dolar AS atau setara dengan Rp40,5 triliun (asumsi kurs Rp16.200 per dolar AS).
Langkah spekulatif ini diambil dengan target harga Bitcoin ($BTC$) mampu menembus level 72.000 dolar AS pada akhir Juli 2026.
Momentum ini sengaja dipilih karena berdekatan dengan keputusan suku bunga acuan oleh Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed).
Para pelaku pasar memanfaatkan strategi opsi bull call spreadyang kedaluwarsa pada 31 Juli 2026.
Para pelaku pasar memanfaatkan strategi opsi bull call spreadyang kedaluwarsa pada 31 Juli 2026.
Pola pergerakan modal ini mengindikasikan adanya keyakinan yang kuat, namun terukur, bahwa mata uang Crypto nomor satu dunia tersebut akan mengalami lonjakan dari posisinya saat ini yang berada di kisaran 64.000 dolar AS.
Pemilihan waktu penutupan kontrak opsi pada akhir bulan ini bukan tanpa alasan. Pertemuan komite kebijakan moneter The Fed (FOMC) dijadwalkan berlangsung pada 29 Juli 2026.
Spekulasi di Tengah Rapat FOMC The Fed
Pemilihan waktu penutupan kontrak opsi pada akhir bulan ini bukan tanpa alasan. Pertemuan komite kebijakan moneter The Fed (FOMC) dijadwalkan berlangsung pada 29 Juli 2026.
Trader kakap tampaknya sangat mengantisipasi hasil pertemuan tersebut sebagai katalis utama yang akan menggerakkan volatilitas harga Bitcoin secara signifikan di lantai bursa.
Meskipun saat ini konsensus pasar secara luas memperkirakan bahwa The Fed masih akan mempertahankan tingkat suku bunga acuan di level yang sekarang, pergeseran sentimen atau sinyal dovishsekecil apa pun dari konferensi pers Jerome Powell diproyeksikan mampu menjadi bahan bakar baru bagi reli aset digital.
Langkah berani para investor ini diambil di tengah situasi makroekonomi global yang sebenarnya masih diselimuti ketidakpastian. Selain dinamika kebijakan moneter AS, pasar finansial global saat ini juga tengah menghadapi tekanan dari dua faktor utama:
Meskipun saat ini konsensus pasar secara luas memperkirakan bahwa The Fed masih akan mempertahankan tingkat suku bunga acuan di level yang sekarang, pergeseran sentimen atau sinyal dovishsekecil apa pun dari konferensi pers Jerome Powell diproyeksikan mampu menjadi bahan bakar baru bagi reli aset digital.
Ketegangan Geopolitik dan Inflasi Bayangi Pasar
Langkah berani para investor ini diambil di tengah situasi makroekonomi global yang sebenarnya masih diselimuti ketidakpastian. Selain dinamika kebijakan moneter AS, pasar finansial global saat ini juga tengah menghadapi tekanan dari dua faktor utama:
- Ketegangan Geopolitik: Konflik regional yang terus memanas di beberapa belahan dunia memicu sikap berhati-hati di kalangan investor institusi.
- Data Inflasi Terkini: Angka inflasi yang fluktuatif membuat arah kebijakan ekonomi global menjadi lebih sulit ditebak.
Kendati dibayangi oleh risiko eksternal yang tinggi, akumulasi posisi beli (long position) dalam skala masif ini membuktikan bahwa para whale(sebutan untuk trader bermodal besar) tetap optimistis terhadap prospek jangka pendek Bitcoin.
Strategi bull call spreadyang mereka terapkan juga menjadi bukti bahwa mitigasi risiko tetap berjalan, di mana mereka mengunci keuntungan sekaligus membatasi potensi kerugian jika pasar mendadak berbalik arah.
(*)
(*)
